Tuesday, August 18, 2015

Tips memanasi sepeda motor atau mobil

Salam sobat lifehackers,

Maaf udah lama banget gak nulis. Setelah absen 4 bulan, dengan inspirasi dari istri saya meneruskan blog ini supaya hidup kembali.

Kali ini didorong oleh rasa jengkel kepada tetangga. Bukan jengkel yang gimana, tapi atas pengetahuan mereka yang kurang dalam hal memanasi kendaraan baik mobil ataupun motor. Memang benar kendaraan harus dipanasi pada pagi hari, tapi tidak harus dibiarkan selama setengah jam. Selain asap polusi yang mengganggu, hal ini menghabiskan bensin yang sudah semakin langka dan mahal (walaupun di luar sana bensin murah.)

Untuk kendaraan yang sudah memiliki system injeksi, hal ini sudah hampir tidak diperlukan. Apa itu system injeksi? Silahkan baca dari link di bawah ini. 


Di bawah ini adalah pendapat dari ahli kendaraan (bukan saya tentunya) yang saya kutip dari artikel dari Kompas.

Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan, sepeda motor injeksi sudah jauh lebih ”pandai” ketimbang yang menggunakan karburator. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM) dan tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.

”Cukup 30 detik dan maksimal 1 menit. Biarkan stasioner saja, dan oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujarnya kepadaKompasOtomotif, Selasa (22/4/2014).

Nah, kalau expert aja udah bilang gini, ngapain anda-anda harus manasin sambil nunggu makan pagi selesai? Dan yang paling menjengkelkan adalah kebiasaan untuk “mbleyer” alias menekan pedal gas mobil atau memutar stang gas. Ini selain buang bensin, juga mengganggu para tetangga yang lagi enak-enak tidur di pagi-pagi buta.  (jam 6 pagi terkadang adalah pagi-pagi buta untuk beberapa dari kita)

Ini lanjutan dari komentar bapak  Sarwono Edi.

”Kalau terlalu lama (memanasi), bensin terbuang sia-sia. Sayang, lebih baik dibuat jalan. Lalu ada kemungkinan komponen lain seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Bahkan bisa merusak cat knalpot tersebut,” jelasnya.

Jadi bagi anda-anda yang memiliki kendaraan yang (agak) baru, janganlah ikut tradisi dari jaman kakek moyang kita. Kalo memang anda punya kendaraan yang sudah uzur, boleh lah memanasi agak lama. Then again, mungkin udah waktunya lem biru karena selain berbahaya bagi anda karena onderdil dan mesin nya udah tua, juga berbahaya bagi orang lain apabila mobil anda tiba-tiba mengalami masalah di tengah jalan.

Segitu dulu dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. Merdeka!

Kalau masih tidak percaya sama saya, silahkan di Google saja. Ini ada beberapa link yang mengatakan kalau tidak perlu memanasi mobil walaupun musim dingin di luar negeri.










1 comment:

  1. Setuju!! Please don't pollute our air even more than necessary by warming up your car/bike every morning! :)

    ReplyDelete