Friday, August 8, 2014

Tips untuk investor saham pemula

Halo lifehackers. Apa kabar. Semoga semuanya lancar aman terkendali. :D

Kali ini mau share sedikit soal pengalaman investasi di saham. Apa saya orang pinter yang ga pernah rugi? Enggak mungkin lah. Hahaha..Kalo emang gitu ya gak akan saya share di sini. Wkwkwk. Tapi saya juga pernah mendapat untung yang lumayan dari saham juga. (jangan mikir buanyak pol karena saya masih kelas teri. Hahahha tapi ya boleh lah buat beli Setarbak)

Mengapa saya bilang “investasi” saham? Karena dengan riset fundamental yang baik dan juga sedikit keberuntungan, saham benar-benar bisa dipakai sebagai bentuk investasi jangka panjang yang baik, bukan sekedar “judi” seperti kata orang.

Banyak style yang dimiliki oleh para investor saham. Ada yang suka jual beli dalam waktu singkat, ada yang suka tanem saham sambil mata ditutup sampe 10 tahun atau lebih.  Silahkan anda pilih style anda sendiri. Kalau saya, mending yang kedua.

Inget, uang untuk menanam saham sebaiknya adalah UANG LEBIH,  jangan uang tabungan anda dipakai semua. Ada kalanya pasar saham bisa hancur, jadi jangan sampe anda tiba2 jatuh miskin ga ada duit sepeser pun. Waktu pasar saham remuk redam di tahun 1930 (Great Depression) dan juga 2008, banyak orang bunuh diri gara2 dari miliuner jadi melarater. So, anda tetap harus punya cadangan cash untuk hidup walaupun pasar saham hancur. Bagi anda yang memiliki modal cukup, silahkan anda investasi dalam bentuk yang lain ( emas, tanah, rumah, dsb) sebagai portfolio investasi anda. Percaya atau tidak, Raja Salomo  –orang paling bijak di dunia, kalau gak tahu ya kebacut-  juga menganjurkan untuk memiliki  portfolio investasi.

“Tanamlah modalmu di berbagai niaga; carilah usaha sebanyak-banyaknya. Sebab orang perlu waspada, sebelum musibah menimpa.(keren gak tuh)

Untuk investasi saham sendiri, saya anjurkan sekitar 10-30% dari uang simpanan anda, tapi kalau mau agresif silahkan masuk 50% atau lebih, resiko tanggung sendiri.

Menurut pengalaman saya, investasi saham itu gampang2 susah. (jujur selama ini ikut temen yang riset fundamentalnya bagus. Hahaha….tapi ya belajar dikit2 lah dari dia). Tapi ada beberapa tips yang sudah saya buktikan sendiri. (khusus untuk IHSG. Untuk pasar saham lain, belum ada pengalaman. )

1.    Coba main saham sendiri.  Daripada ikut Reksadana, ikut saja etrading seperti IPOT. Modal untuk masuk tidak terlalu gede, jadi bisa untuk coba2. Memang agak repot, tapi mending mainin duit sendiri daripada kasih duit ke orang yang ngakunya “expert” padahal ya sebenernya gak tahu apa2 juga. Mereka gak tahu kapan krisis ekonomi berikutnya akan menghantam, jadi kenapa kasih duit anda ke mereka yang cuma ambil komisi waktu anda jual atau beli?

2.    Kerjakan PR anda dan pilih beberapa saham yang fundamental (dasar) nya bagus untuk membentuk portfolio anda.  Kenapa beberapa ? (tanya kenapa) Soalnya ada kalanya 1 perusahaan bisa mengalami kerugian yang signifikan sehingga nilainya drop. Dengan memilih saham pada sektor yang berbeda (perbankan, perkebunan, telekomunikasi, dll) maka anda bisa mengkompensasi kerugian pada 1 saham dengan saham lain nya. Contoh, kalau pasar perkebunan kelapa sawit sedang sepi, mungkin pasar perbankan atau pertambangan sedang hot2 nya. Jadi nilai total portfolio anda gak sampe minus.

3.    Jangan pilih saham sembarangan. Banyak saham “sampah” di IHSG. Saham yang ga jelas pemiliknya, hutang numpuk gak dibayar or accounting nya sulapan (coba  lihat saham yang namanya sama dengan planet kita.) Lihat lah pendapatan dan keuntungan perusahaan selama (kalau bisa) 10 tahun terakhir. Kalau keuntungan konsisten atau bahkan meningkat, apalagi di kala krisis ekonomi, saham boleh dipertimbangkan untuk jadi salah satu anggota portfolio anda. Ada beberapa factor lagi yang harus diperhitungkan seperti ROI (Return on Investment), ROE (Return on Equity), P/E (Price Earning Ratio), dan masih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca buku Benjamin Graham “Intelligent Investor” atau buku2 dari Warren Buffett kalau anda ingin lebih agresif. Memang perlu banyak riset, tapi hasilnya akan lebih memuaskan buat anda.

4.    Jangan pilih saham “blue chip” Apa itu saham blue chip? Ini adalah saham2 yang nilainya sudah tinggi dan jadi favorite sejuta umat, seperti Telkom. Biasanya harga sudah terlalu tinggi dan tidak menunjukkan nilai saham yang sebenernya. Carilah “saham tidur” dengan fundamental bagus  yang masih undervalue oleh pasar. (banyak orang gak mau beli karena dianggep saham murahan) Tapi ingat jangan asal pilih saham yang benar2 “tertidur” and gak mau bangun lagi gara2 disuspend. Hitungan nya cukup rumit. Silahkan anda konsultasi dengan ahli saham yang bisa menghitung. Hahaha.

5.    Investasi jangka panjang lebih menguntungkan daripada keluar masuk saham short term. Ini yang gua sesalkan selama main saham 6 tahun. Masih teringat tahun 2008 waktu saham hancur. Karena takut,aku  keluar semua dari pasar saham and ga berani masuk lagi sampe lama. Waktu itu sempat pegang saham ASGR (Astra Graphia) yang pada tahun 2008 masih di kisaran 200 rupiah. Sekarang sudah jadi 2000 rupiah lebih. 1000% dalam 6 tahun!!!!!  Coba ditahan gitu aja, sekarang udah 10x lebih kaya. Wkwkkwkw…nasib oh nasib.  Jujur saja aku gak punya mental baja kayak beberapa teman ku. Ini memang harus melewati tantangan dan cobaan supaya mental anda kuat dan tidak “mental.” Hahaha.

6.    Saham yang fundamental nya kuat dan bagus memiliki kemungkinan bounce back yang tinggi walaupun sempat hancur. Terbukti dari kasus2 sewaktu crisis ekonomi, saham dengan dasar yang kuat kembali naik, bahkan lebih tinggi lagi nilainya. Bank Republik Indonesia, Astra, dan Gudang Garam adalah contoh yang nyata. (ini yang ogut tahu sesuai dengan pengetahuanku yang terbatas…)

7.    Rajin2 ikuti berita. ini “dosa” terbesarku di mana aku gak begitu rajin ikutin berita. Untuk pemegang saham ini benar2 gak boleh. Jangan ikutin aku dalam hal ini. Untuk anda yang lebih mulia dari saya, silahkan ikuti berita baik dalam maupun luar negeri. Ini sangat penting untuk “memprediksi” pergerakan saham anda. Berita perang Rusia, kenaikan suku bunga oleh BI, Amerika Serikat menaikkan stimulus, pemilihan presiden baru, Yunani gagal bayar hutang, semua ada efeknya pada nilai saham anda. Ini akan mempengaruhi keputusan anda untuk yang di bawah ini.

8.    Tahu kapan keluar atau masuk lagi. Ini adalah salah satu instinct paling penting untuk pemegang saham. Aku masih goblok dalam hal ini. Nah kalau anda rajin lihat berita, ada “instinct” yang akan terbentuk nantinya. Tentu saja ga 100% tepat, itu adalah pengalaman anda sendiri yang menentukan. Seperti yang kubilang pada no 1, gak ada yang tahu kapan krisis ekonomi akan menghantam lagi. Tapi dengan memperhatikan berita, anda akan tahu tanda2 nya dan silahkan siap2 lepas saham untuk masuk lagi kalau ekonomi sudah stabil.

9.    Jangan serakah. Ini yang paling susah di control untuk pemegang saham. Kita tentu saja suka lihat uang kita naik terus dan hijau indah seindah danau di pegunungan. Tapi ada kalanya kita harus berani keluar di saat rugi, terutama untuk perusahaan yang mengalami kehancuran. Sempat  pasang saham di BLTA di 2008. Ternyata perusahaan mengalami banyak masalah internal dan external.  Saham yang dulunya senilai 2600, sekarang tinggal 196 rupiah, bahkan sudah di suspend oleh BEI.  Kalau anda masih berharap2 akan balik modal, ya sekarang tinggal gigit jari karena sudah di suspend. Sudah jatuh ketimpa truck pula.

Itulah sekelumit tips dari saya untuk investasi di saham. Ini adalah artikel IMHO alias In My Humble Opinion. Kalau anda ada tips yang lebih yahud lagi, silahkan tinggalkan comment di blog ini. Salam enjoyyyyy.


1 comment: