Monday, November 17, 2014

Tips untuk yang suka belanja

Halo lifehackers,

Salam sejahtera damai di bumi. Semoga semua lancar sejahtera.

Pada kesempatan ini eike (aduh centil amat) mau bahas soal subsidi silang pada supermarket.

 Apa itu subsidi silang? Pasti ada yang belum pernah denger istilah ini. (kalau sudah silahkan tutup artikel ini dan lanjutkan kehidupan anda. Wkwkwk)

Pada intinya, suatu supermarket akan membuat satu jenis barang jauh lebih murah dan mensubsidinya dengan meninggikan harga barang  yang lain. Ini strategy yang sangat pintar dari supermarket. Sekarang coba sebutkan supermarket apa yang anda anggap paling murah? H-mart? C4? Kalau sampe anda anggap C-4 paling murah, ya siap2 kena sakit di sini, di situ, dan di sana. Subsidi silang ini membuat anda berpikir “Wah, barang A harganya kok murah ya? Jadi semua barang di supermarket ini murah pol dong!!” Kalau anda seekor ikan, maka ibarat nya kait sudah tertancap di mulut anda dan siap mengikuti ke arah mana pancing ditarik.

Semua supermarket memakai trik yang sama karena akan menghasilkan efek psikologis yang luar biasa. Hal ini aku temukan dengan tidak sengaja saat mau membeli jahe bubuk. Ogut demen minum jahe sama kopi (mungkin ada yang bilang “yyeeeekkkkk!!!”) dan aku suka beli 1 merk tertentu. So aku beli di C-4 karena aku pikir sama harganya di semua supermarket. Ternyata shock binti kaget ga kepalang, harga barang yang sama di H-mart bisa selisih sepuluh ribu!!! Dari sini gua bisa lihat barang yang mana yang dimurahkan dan dimahalkan. Terkadang trik mereka lagi juga adalah memberi diskon “30%” dengan mencoret harga Rp 50.000 menjadi Rp 35.000. Padahal harga barang yang sama di supermarket lain memang Rp 35.000 atau bahkan lebih murah.

Terkadang memang ku akui H-mart bisa diskon gila-gilaan untuk barang tertentu pada hari - hari tertentu. Tetapi sekali lagi, ini adalah bagian dari strategy subsidi silang dari setiap supermarket untuk “menipu” persepsi anda.

Setahu saya, jangan pernah beli buah-buahan di supermarket kalo gak kepepet. Harga bisa selisih super jauh dengan pasar basah tradisional, walaupun terkadang ada beberapa jenis buah yang ternyata bisa lebih murah seperti jeruk nipis. Sebagai contoh adalah buah semangka. Kalau di luar anda bisa beli 5.000 per ons tanpa biji, di supermarket bisa dihajar sampai 10.000 rupiah. Makan tuh semangka. Wkwkwkwk.

So, coba lah “belanja dengan pintar” dengan membandingkan harga dengan supermarket lain. Memang terkadang malas sih kalau beli barang A-D di satu tempat dan  E-H di tempat yang lain. Tapi mungkin anda bisa pisahkan barang mana yang murah di supermarket A, dan mana yang murah di B, dan rencanakan lah perjalanan belanja anda. Dengan sedikit riset, anda tidak hanya hemat duit bensin dan parkir, tapi juga duit belanja bulanan.


Selamat berbelanja. Salam sejahtera. Tuhan memberkati 

No comments:

Post a Comment